Sunday, February 23, 2014

Bawang Merah Untuk Turunkan Demam


Google Images

Sebagia Ibu, kadang langsung panik saat anak-anak kita sedang demam. Dan, kita pun langsung mencari obat penurun panas di apotik. Parahnya, kadang kita langsung saja memberikan obat tersebut tanpa melalui resep dokter. Ini sudah menjadi kebiasaan dan sering terjadi. Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tak ada salahnya, saat anak demam kita coba obat tradisional seperti dibawah ini.
 
 ***

Ramuan tradisional dapat digunakan untu perawatan bayi, salah satunya yaitu bawang merah yang mengandung berbagai zat seperti vitamin C, sulfur, kalsium dan fosfor Adapun manfaatnya:
 

1. Menurunkan demam. Caranya dengan mengoleskan parutan bawang merah yang dicampur dengan minyak penghangat di dada

2. Menangani perut kembung dengan mengoleskan bawang merah yang dihaluskan di bagian perut

3. Membantu mengatasi batuk dan pilek dengan mengoleskan parutan bawang merah di perut , dada dan penggung. (tabloidnakita)


Sumber  : FB


Cussons Mum & Me Indonesia



Saturday, February 22, 2014

Setelah Ngerumpi



Setelah beberapa hari lalu cukup kaget mendengar suara tembakan. Hingga masih melihat di chanel Al Jazirah, demo yang masih saja menelan korban. Saya dan Adnan pun ngerumpi alias cerita-cerita lepas. Dan, seperti inilah hasil ngerumpinya.

***
Saya : Yaa, Mesir jadi terasa tidak aman begini ya. Suara tembakan jadi sering kita dengar, demo tak ada henti-hentinya. Kalau begini jadi mau pulang cepat ke Indonesia.

Adnan : Kenapa kita mau pulang, kita di sini aja, biar saya sekolah. Mesir aman, Ma. Kan ada dalam Al-Quran  ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ

Saya : Artinya ?
Adnan : Masuklah kamu ke Mesir, Insya Allah aman.
Saya : Wah, keren, tahu artinya juga ternyata. Tapi yang demo-demo ini, kita tidak tahulah, ya, apa mereka benar atau salah.

Adnan : وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚإِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Saya : Kalau ayat itu apalagi artinya?
Adnan : Artinya itu, Ma. Maksudnya yang batil itu pasti hilang, Ma.
Saya : Lah, kok artinya cuma pendek, ayatnya kan panjang?
Saya : Artikannya yang lengkap, biar Mama tahu. Artikan dengan bahasa Arab saja!
Adnan : Eh, Mama. Bagimana mau di bahasa Arab, kan itu sudah bahasa Arab.
Saya : Upss .. Iya yaa .. Mama salah ngomong, nih. #Tutup muka. :D

Pertanyaan saya membuat Adnan bingung untuk menjelaskannya dalam bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesianya lumayan blepotan. Jadilah ayatnya dicari di internet, dan saya disuruh baca tuh artinya. Padahal, saya tahu, kok, artinya. Cuma ngetes aja. Kali aja dia cuma hapal ayatnya tapi tidak tahu artinya. Tapi, ternyata Adnan sangat tau dan mengerti ayat yang dibacanya #Alhamdulillah, saya kan jadi senang. Hehehe