Saturday, December 14, 2013

Cairo Hujan Es


Kemarin, Cairo "hujan Es" dan suhu udara berada dititik 5*C. Dinginnya terasa menusuk hingga ke tulang belulang.

***
Saya mengeluh, saya mengeluh karena dinginnya. Namun, saya pun tak lupa bersyukur karna diberi kesempatan untuk menikmati hujan es di Negeri para Nabi ini. Satu peristiwa yang mungkin tak akan saya nikmati di tanah kelahiranku, Endonesia.

Dengan peristiwa ini, saya kembali bersyukur karena setitik air hujan yang berbentuk es jatuh pas di telapak tangan saya, ketika dengan sengaja saya menengadahkan tangan keluar jendela. Dan bersyukur karena Allah hanya menjatuhkan hujan es dengan ukuran yang kecil-kecil.

Karena tidak saya bayangkan, andai Allah menjatuhkannya sebesar kepalan tangan, dan mengenai kepala, mungkin saya tak lagi sempat mengeluh dan bersyukur. Karena saya langsung tak sadarkan diri, kalau tidak langsung dead karena "malinge".

Wednesday, December 11, 2013

Kata Anak pun Harus Didengarkan


Sekali waktu, Adnan pulang dari sekolah dengan membawa secarik kertas. Kertas itu berisikan pesan dari Amidah(Kepala Sekolah). Sesampainya Adnan di rumah, Adnan langsung menghampiri saya, yang sedang berada di kamar mengayun adiknya, Adwan.

Dengan percaya diri dan tanpa rasa takut. Adnan memperlihatkan kertas kecil itu, dan memberitahukan kalau dia dapat pesan dari Amidahnya. Adnan membaca surat yang ditulis dalam bahasa Arab. Saya yang mendengarnya pun minta Adnan menjelaskannya lagi dalam bahasa Indonesia. Penjelasan Adnan tentang surat itu kurang lebih begini, "Tingkah lakunya di sekolah tidak baik."

Haaaa …

Saya yang mendengarkan penjelasan Adnan merasa heran. Saya bertanya dalam hati, "Surat itu benar tidak sih isinya ?". Saya bukannya tidak percaya dengan apa kata Kepala Sekolah, tapi saya sangat meragukan dan tidak bisa membenarkan kalau anak saya bisa bertingkah tidak baik di sekolah. Saya sangat menjamin akan hal itu.

Karena Adnan, jangankan mau bertingkah tidak baik di sekolah, di rumah saja dia tidak bertingkah macam-macam. Jangankan mau bertingkah macam-macam, bicaranya saja tidak ramai-ramai amat (cerewet).

Temannya yang mungkin agak nakal di sekolah diprotesnya, yang banyak bicara diprotesnya. Tetapi, meskipun Adnan kadang protes temannya kalau sudah di rumah, Adnan tidak pernah menjelekkan temannya. Jadi, saya sangat menyangsikan akan isi surat kepala sekolahnya. Saya percaya tingkah Adnan akan baik-baik saja.