Kemarin, Cairo "hujan Es" dan suhu udara berada dititik 5*C. Dinginnya terasa menusuk hingga ke tulang belulang.
***
Saya mengeluh, saya mengeluh karena dinginnya. Namun, saya pun tak lupa bersyukur karna diberi kesempatan untuk menikmati hujan es di Negeri para Nabi ini. Satu peristiwa yang mungkin tak akan saya nikmati di tanah kelahiranku, Endonesia.
Dengan peristiwa ini, saya kembali bersyukur karena setitik air hujan yang berbentuk es jatuh pas di telapak tangan saya, ketika dengan sengaja saya menengadahkan tangan keluar jendela. Dan bersyukur karena Allah hanya menjatuhkan hujan es dengan ukuran yang kecil-kecil.
Karena tidak saya bayangkan, andai Allah menjatuhkannya sebesar kepalan tangan, dan mengenai kepala, mungkin saya tak lagi sempat mengeluh dan bersyukur. Karena saya langsung tak sadarkan diri, kalau tidak langsung dead karena "malinge".
