Tuesday, May 14, 2013

Tsunami Kecil

ilustrasi
Kemarin, tepatnya pada hari Senin, CAIRO dilanda badai debu, pohon dibelakang rumah pun tumbang. Tempat kami tinggal seperti mau roboh, jendela yang tertutup rapat selalu terbuka karena angin yang bertiup sangat kencang.

Rumah jadi berdebu, menyapu berkali-kali, ngepel bekali-kali. Saking berkali-kalinya sakit encok kumat. Mencari obat encok tak dapat. Yang ada cuma enceng gondok. Yang tidak menghilangkan encok, tapi hanya mendatangkan gondok.


Hari ini, pagi-pagi malah banjir melanda. Banjirnya tidak di jalan, tapi di dalam rumah, airnya sampai masuk ke kamar tidur. Adnan yang masih tidur dengan nyenyak tiba-tiba terbangun, dan langsung membangunkan Adam, sambil berkata, "Adam .. Adam .. bangun rumah kita banjir".

Saya yang asyik duduk di depan komputer hanya melihat Adnan yang sedang membangunkan Adam. Saya kira Adnan hanya mengigau karena Adnan memang suka mengigau.

Namun, saat saya melihat ke pintu kamar .. Alamaaakk .. Air sudah masuk dalam kamar, selimut sudah basah, bantal yang dipakai Adam pun ikut basah.

Dengan gerakan cepat, seperti mau mengalahkan kecepatan kilat.  Saya menuju ke hammam, ternyata saya lupa kalau sedang mengisi air pada mesin cuci. Penuh, tumpah, sedang lubang pembuangan air di hammam tidak lancar. Jadilah airnya menari-nari, berjoget kemana-mana, ke kamar tidur, juga ke ruang tamu.

Pagi-pagi, kembali mendapat pekerjaan. Pekerjaan ngepel, padahal tiap hari juga saya ngepel, hanya saja waktunya yang berbeda. Kemarin-kemarin waktu ngepelnya tidak sepagi tadi. :(

Banjir ini pun Adnan menamainya "Tsunami kecil" .. Dan kemudian Adnan berpesan kepada saya, "Ma, besok-besok kalau mama mau isi air mesin cucinya jangan duduk depan komputer, karena kalau mama sudah di depan komputer, mama sudah lupa haga". Fiuhh ...!!!

*Makasih lah, Nak! Sudah mengingatkan .. Mama sadar, mama itu memang susah melakukan 2 pekerjaan dalam waktu yang bersamaan .. Tepok jidat ..*

Monday, May 13, 2013

Kisah Kopi Radix


Kopi Radix

Suatu hari, Suami mendapat oleh-oleh dari salah seorang temannya yang datang dari Malaysia. Oleh-oleh itu namanya Kopi Radix. Jumlahnya cukup banyak, ada sekitar 30 an sachet.

Biasanya kalau suami dapat oleh-oleh, pasti tidak ada yang tersisa. Semua berjalan lancar jaya masuk ke perut. Tapi oleh-oleh kali ini tidak sekalipun dinikmati, andai barang basi mungkin sudah basi.

Pertama menerima Kopi Radix, seperti biasa, meskipun saya termasuk pecandu kopi, tapi setiap ketemu kopi saya selalu membaca kandungannya. Begitupun saat menerima Kopi Radix ini dari tangan suami.

Pada saat saya membaca kandungan pada Kopi Radix, saya tertuju pada kalimat "Tongkat Ali"  Kalimat ini mengingatkan saya akan sesuatu. Ingat kalau tongkat ali itu hanya identik dengan obat kuat untuk laki-laki(seperti Hajar jahanam)  saja, tanpa manfaat yang lainnya. Saya pun menerka-nerka tentang tongkat ali ini.

Tak ingin berlama-lama menerka, akhirnya saya tanyakan pada suami,

"Eh Yah, kopi ini kok ada kandungan tongkat alinya, ya ? tongkat ali itu apa,seh ?" *penasaran*
"Oh .. Tongkat ali itu obat kuat"
"Hahh .. Obat kuaaaaat ? Hadeeuh .. Kopi pun dikasi obat kuat dan bla bla bla …... " kata-kataku sedikit ngawur kidul.